Pagi kali ini terasa lebih dingin dari biasanya, musim seolah sudah tidak dapat menentukan masanya..
Pagi ini, sama seperti biasanya dengan rute jalan yang sama, namun perasaan hati yang berbeda.
Sekilas teringat ringkasan pelajaran agama islam tentang ikhlas. Ikhlas masuk ke dalam perbuatan terpuji yang artinya perbuatan atau tindakan yang dilakukan semata - mata untuk mendapatkan keridoan dari Allah.
Ikhlas kata yang mudah di ucapkan dan di definisikan namun sulit di praktekan. Suatu yang mungkin hanya Allah yang tau seberapa takaran ikhlas kita itu.
Merenung tentang sebuah perjalanan hidup, sama seperti jalan saat ini. Ada kalanya tersendat, adakalanya lancar.
Terkadang ada yang sampai pada tujuannya, ada yang Allah belokan ke jalan yang menurut Allah lebih baik. Dan
Husnudzon pada Allah adalah cara terbaik menyikapi semua masalah hidup.
Mungkin bukan takdir dari Allah yang salah namun pilihan dan cara kita menyikapi apa yang Allah berikan belum cukup tepat. Flash back tentang seminar " life is choice" dari ustad Felix Siauw di tahun 2011 bahwa dalam hidup kita diberikan pilihan dari Allah dan kita hanya perlu memilih dan berani menanggung setiap konsekuensi dari pilihan kita. Kita yang mengatur diri kita untuk ke arah kebaikan atau sebaliknya. Allah telah menjamin setiap rezeki, jodoh dan kematian kita dan kita hanya tinggal jalani dan berikhtiar dengan baik karena hasil bukan hak kita untuk menentukan.
Bicara takdir bukan sertamerta kita pasrah menunggu tapi harus disertai usaha dan doa. Seperti hukum sebab akibat, takdir rezeki pun sama ada usaha untuk diperolehnya rezeki. Salah satunya bekerja. Ada banyak semboyan bekerja adalah ibadah, tapi apakah sudah di mengerti maksud hal itu?
Bahkan aku sering bertanya - tanya. Apakah aku bekerja sudah ikhlas dan menjadikannya sebagai bentuk ibadah atau hanya mencari nafkah untuk makan dan kebutuhan saja?
Banyak hal yang sebenernya ga sengaja aku liat dan dapetin dari pertanyaan ini entah vidio, artikel atau obrolan sesama profesi.
Ketika kita menjadikan pekerjaan kita sebagai ibadah maka bukan tentang seberapa banyak yang kita dapat dari hasil kita bekerja tetapi sudah seberapa banyak orang yang kita beri dan kita bantu dengan tenaga kita dan ilmu kita.
Ketika kata mengeluh karena lelah bekerja itu sudah tidak berlaku bagi kita.
Dan ketika kita dengan senang hati bekerja walau dengan bayaran yang mungkin tidak seberapa.
Dan kunci semua adalah ikhlas. Dan ikhlas adalah hal sulit, dan masih terus belajar untuk itu. Namun bagiku agar kita lebih ikhlas bekerja maka kita harus mencintai dulu apa yang kita kerjakan dan lakukan karena sesulit dan seberat apapun ketika kita suka maka semua akan jadi ringan....
# pengingat diri bahwa adakalanya kerja dengan ikhlas jauh lebih penting dari materi
Pagi ini, sama seperti biasanya dengan rute jalan yang sama, namun perasaan hati yang berbeda.
Sekilas teringat ringkasan pelajaran agama islam tentang ikhlas. Ikhlas masuk ke dalam perbuatan terpuji yang artinya perbuatan atau tindakan yang dilakukan semata - mata untuk mendapatkan keridoan dari Allah.
Ikhlas kata yang mudah di ucapkan dan di definisikan namun sulit di praktekan. Suatu yang mungkin hanya Allah yang tau seberapa takaran ikhlas kita itu.
Merenung tentang sebuah perjalanan hidup, sama seperti jalan saat ini. Ada kalanya tersendat, adakalanya lancar.
Terkadang ada yang sampai pada tujuannya, ada yang Allah belokan ke jalan yang menurut Allah lebih baik. Dan
Husnudzon pada Allah adalah cara terbaik menyikapi semua masalah hidup.
Mungkin bukan takdir dari Allah yang salah namun pilihan dan cara kita menyikapi apa yang Allah berikan belum cukup tepat. Flash back tentang seminar " life is choice" dari ustad Felix Siauw di tahun 2011 bahwa dalam hidup kita diberikan pilihan dari Allah dan kita hanya perlu memilih dan berani menanggung setiap konsekuensi dari pilihan kita. Kita yang mengatur diri kita untuk ke arah kebaikan atau sebaliknya. Allah telah menjamin setiap rezeki, jodoh dan kematian kita dan kita hanya tinggal jalani dan berikhtiar dengan baik karena hasil bukan hak kita untuk menentukan.
Bicara takdir bukan sertamerta kita pasrah menunggu tapi harus disertai usaha dan doa. Seperti hukum sebab akibat, takdir rezeki pun sama ada usaha untuk diperolehnya rezeki. Salah satunya bekerja. Ada banyak semboyan bekerja adalah ibadah, tapi apakah sudah di mengerti maksud hal itu?
Bahkan aku sering bertanya - tanya. Apakah aku bekerja sudah ikhlas dan menjadikannya sebagai bentuk ibadah atau hanya mencari nafkah untuk makan dan kebutuhan saja?
Banyak hal yang sebenernya ga sengaja aku liat dan dapetin dari pertanyaan ini entah vidio, artikel atau obrolan sesama profesi.
Ketika kita menjadikan pekerjaan kita sebagai ibadah maka bukan tentang seberapa banyak yang kita dapat dari hasil kita bekerja tetapi sudah seberapa banyak orang yang kita beri dan kita bantu dengan tenaga kita dan ilmu kita.
Ketika kata mengeluh karena lelah bekerja itu sudah tidak berlaku bagi kita.
Dan ketika kita dengan senang hati bekerja walau dengan bayaran yang mungkin tidak seberapa.
Dan kunci semua adalah ikhlas. Dan ikhlas adalah hal sulit, dan masih terus belajar untuk itu. Namun bagiku agar kita lebih ikhlas bekerja maka kita harus mencintai dulu apa yang kita kerjakan dan lakukan karena sesulit dan seberat apapun ketika kita suka maka semua akan jadi ringan....
# pengingat diri bahwa adakalanya kerja dengan ikhlas jauh lebih penting dari materi
Comments
Post a Comment