Skip to main content

Menghapus jejakmu

Sebenernya Uda dari lama pengen nulis ini, tapi baru sempet dan baru keinget lagi. Jadi ceritanya dimulai di awal tahun ini, aku memutuskan beranjak dari hal yang selama ini mengganjal di hati, sesuatu yang buat hati ga tenang sejak lama, dan sesuatu yang seharusnya aku lakuin dari dulu. Keputusan yang cukup besar aku ambil kali ini, tapi insyaallah paling terbaik. Karena aku yakin semua yang kita tinggalkan karna Allah, Allah akan gantikan dengan yang lebih baik.

Dan bersyukur atas semua hal ini, karena dengan ini artinya Allah masih buka kan hati kita dalam kebaikan. Ga ada manusia yang sempurna, pasti pernah ngelakuin salah tapi yang menjadi pertanyaan apakah masih mau berkutat dalam kesalahan atau mengambil cahaya yang jelas sumbernya dalam Al Qur'an dan hadis. Tau Allah larang tapi mau kita tinggalkan atau kita pura - pura tidak dengar, pura - pura tidak lihat?? Semua itu pilihan kawan, hidup penuh dengan pilihan yang menentukan akhir kita akan bagaimana.

Belajar dari kesalahan dan mengakui kesalahan akan jauh membuat hati tenang dibandingkan berpura - pura dalam ketidaktahuan. Setiap manusia punya perjalanan masing - masing dan setiap pilihan pasti ada pro dan kontra termasuk keluarga tapi seiring waktu itu akan berlalu, jadi yakin sama Allah dan gantungkan harap setingginya pada Allah saja. 

Balik lagi kebahasaan awal, karena saat itu hati lagi goyah sekali dan butuh hal penguat entah kenapa sejak semua hal itu aku jadi lebih sering cari - cari kajian, cari kesibukan, banyak baca buku, lebih banyakin mendekat sama Allah. Dan ini lah hal positifnya aku lebih tenang dan bahagia. 

Jadi kawan tenang dan bahagia itu bukan saat kamu dikelilingi teman, bukan saat kamu punya pacar, bukan saat kamu punya banyak uang. Bahagia itu ketika waktu kita bisa dipakai dengan lebih bermanfaat untuk mendekat kepada - NYA. Itu mah versi aku sih mungkin kalian punya persepsi berbeda.

Nah, waktu itu sempet ikutan kajian tentang tema " menghapus jejakmu" kalau ga salah acaranya di Rabbani Dipati ukur. Tapi lupa pembicaranya maafkan 🙏 kalau ga salah teh pepew hhe..
Aku mau sharing, dari acara itu, jadi disitu membahas tentang ilmu.
Apa itu ilmu yang bermanfaat ? 
Ilmu itu adalah sesuatu yang mendekatkan diri kita pada Allah bukan sebaliknya. Kuncinya adalah Al - Qur'an dan hadis. 
Bagaimana cara kita untuk mulai berhijrah?
Pertama kita pahami dulu ilmunya, kemudian diamalkan. Pengamalan ilmu ini ada dua yaitu kepada Allah dan kepada mahkluk Allah ( muamalah)
Ciri atau tanda kita benar - benar hijrah adalah adanya perbaikan ahklak kita dari sebelumnya. 
Selanjutnya setelah dipelajari, diamalkan selanjutnya adalah mendakwahkannya 😀
Hijrah itu harus diniatkan semata - mata karena Allah dan rosull. Ada suatu ayat dalam Al - Qur'an kurang lebih intinya adalah 
" Barangsiapa yang niat berhijrah karena allah maka ia akan mendapatkan keridhoan Allah, barang siapa yang niat hijrah karena keduniaan maka ia akan mendapat yang diinginkannya di dunia saja"

Jika niat kita Lillah karena Allah maka kita tidak perlu peduli tanggapan orang lain pada diri kita. Misal nih kalimat kaya gini :
"ngapain pake kerudung panjang kaya nenek-nenek"
" Ngapain sih pake kerudung dirumah ga gerah apa?" 
Hmmm....itu contoh pernyataan yang sering di denger sih. Tapi kita berubah bukan untuk mereka tapi untuk diri kita. So, Sabarin aja sis...
Proses Hijrah itu bukan secepat kilat, pasti setiap orang prosesnya berbeda, ada yang cepat dan ada yang lambat tapi yang terpenting adalah ada niat untuk menjadi lebih dan lebih baik lagi. Dan nikmatilah prosesnya. Kunci hijrah adalah IMAN.
Jadi hal yang harus dilakukan adalah :
Menghapus semua masa lalu suram kita, taubatan nasuha kepada Allah dan tidak mengulanginya serta melakukan perubahan/ perbaikan dan fokuslah pada apa yang akan kita hadapi di depan.

Kurang lebih sekian, semoga dapat bermanfaat, kebaikan datangnya dari Allah keburukan datangnya dari penulis. Wassalam


Comments

Popular posts from this blog

Sabar dan shalat

 Mungkin benar "Allah menguji seseorang dari hal yang berbeda" yang pasti tiap orang punya ujian yang berbeda dalam hidup mereka.  Ada yang diuji di hal ekonomi, pasangan yang tidak mendukung atau dalam hal keturunan.  Tapi aku yakin Allah selalu punya waktu yang tepat buat itu semua, Allah selalu punya cara diluar logika.  Sabar, bukannya itu ya yang Allah suruh, sabar dan sholat dalam menjalani ujian itu cara yang di perintahkan tapi tentunya diimbangi ikhtiar mencari solusi terbaik... Dan kami sekarang cukup sabar saja menunggu engkau beri kami kepercayaan menjadi ayah dan ibu..pasrah dibalik setiap ikhtiar kami yang naik turun sebenernya hehe.... Masih susah banget kurangin MSG, masih susah buat jauhin teh manis kesukaan, masih susah buat rutin olahraga... Tapi selagi menunggu jalan" dan usaha aja dulu yang terbaik yah....:)

Ikhlas dan kerja

Pagi kali ini terasa lebih dingin dari biasanya, musim seolah sudah tidak dapat menentukan masanya.. Pagi ini, sama seperti biasanya dengan rute jalan yang sama, namun perasaan hati yang berbeda. Sekilas teringat ringkasan pelajaran agama islam tentang ikhlas. Ikhlas masuk ke dalam perbuatan terpuji yang artinya perbuatan atau tindakan yang dilakukan semata - mata untuk mendapatkan keridoan dari Allah. Ikhlas kata yang mudah di ucapkan dan di definisikan namun sulit di praktekan. Suatu yang mungkin hanya Allah yang tau seberapa takaran ikhlas kita itu. Merenung tentang sebuah perjalanan hidup, sama seperti jalan saat ini. Ada kalanya tersendat, adakalanya lancar. Terkadang ada yang sampai pada tujuannya, ada yang Allah belokan ke jalan yang menurut Allah lebih baik. Dan Husnudzon pada Allah adalah cara terbaik menyikapi semua masalah hidup. Mungkin bukan takdir dari Allah yang salah namun pilihan dan cara kita menyikapi apa yang Allah berikan belum cukup tepat. Flash back tenta...

Debar

2 bulan lagi, mulai menghitung mundur sampai pada hari itu tiba... Dan mulai harus ucapkan selamat tinggal pada kenangan  masa lalu..... Waktu berasa cepat, semakin dekat waktunya,aku semakin gusar, debar semakin terasa... Benarkah keputusanku? Keputusan terbesar dalam hidupku akan di mulai, hidup baru di tempat yang baru pun menanti.... Kata dia " kamu terlalu banyak berpikir, terlalu keras hingga bisa jatuh sakit" Memang aku terlalu berpikir masa depan, maka aku butuh orang yang cukup santai dan membuat suasana hatiku membaik.. Peranku akan bertambah, semoga bisa mengoptimalkan semuanya... Semoga semua hal berjalan lancar.... Persiapan sudah di mulai, makin terasa berdebar TT Bismillah.......