Skip to main content

Pencarian

Kunamai ini sebuah pencarian...
Sebuah perasaan yang entah bisa kudapat dari mana...
Perasaan kosong yang menyergap ditengah hiruk pikuk ramainya orang...
Perasaan kosong ketika semuanya sebenarnya sudah aku punya...
Ada apa?
Nyatanya harta, pekerjaan yang menjanjikan, gelar, teman atau pacar tak membuat aku merasa bahagia...
Lalu apa bahagia itu?
Setiap hari bertanya...
Ada apa dengan perasaan ini?
Rasanya sesak, rasanya sedih, rasanya ada yang hilang....
Dan sedih rasanya tau bahwa aku sudah banyak tertinggal dalam hidup akhirat sementara aku sibuk menyiapkan dunia....
Lalu apa yang di banggakan? Karna semuanya ini bukan apa" tanpa adanya ridho dari sang pencipta....
Setiap kali merenung, perasaan bersalah makin dalam....
"Seorang teman berkata bahagia itu bukanlah di cari tapi haruslah diciptakan"...
Yah aku tau itu, tapi bagaimana?
Ketika aku rasa bersalah pada -Nya dan setiap hari resah karena takut akan dosa.
Setiap hari yang dilihat di sosial media  teguran dan ancaman tentang bahaya mendekati zina.
Ah, hati aku makin rapuh ya Allah...
Semakin merasa tertampar.....

Banyak pertanyaan dalam hati
" Bagaimana jika aku lebih dulu allah matikan, sebelum dia yang aku inginkan menjadi jodohku?"
" Apa aku bisa menjamin hidup aku sendiri?"
" Bagaimana aku harus pertanggungjawabkan?"
" Dan bagaimana dengan dia? Bagaimana jika aku malah memberi dosa baginya dan membuat kita saling membenci pada akhirnya di hari pembalasannya?"
Rasanya meleleh air mata membayangkannya...
Nyatanya aku lebih ingin dia bahagia...
Mungkin bukan di dunia karena ini hanya tempat kita singgah sementara...
Aku sudah salah berharap, yang membuat tanpa sadar aku jadikan Allah yang kedua...😭
Dan melepas dia pergi, melepas harapan pada tempat yang salah adalah yang terbaik....
Ketika ridho Allah adalah yang harus kita dahulukan...
Sakit dan berat memang, tapi bukankah kita yakin bahwa jodoh , rejeki dan kematian itu sudah Allah aturkan?
Lalu dimana letak rasa yakin itu jika kita masih tetap merasa khawatir...
Dan aku rasa betapa baiknya Allah pada ku yang masih lalai dan pendosa ini, betapa bersyukurnya Allah masih ketuk hatiku untuk kembali ke jalan yang tepat...
Alhamdulillah, atas nikmat islam, iman dan hidayah 😢




Comments

Popular posts from this blog

Sabar dan shalat

 Mungkin benar "Allah menguji seseorang dari hal yang berbeda" yang pasti tiap orang punya ujian yang berbeda dalam hidup mereka.  Ada yang diuji di hal ekonomi, pasangan yang tidak mendukung atau dalam hal keturunan.  Tapi aku yakin Allah selalu punya waktu yang tepat buat itu semua, Allah selalu punya cara diluar logika.  Sabar, bukannya itu ya yang Allah suruh, sabar dan sholat dalam menjalani ujian itu cara yang di perintahkan tapi tentunya diimbangi ikhtiar mencari solusi terbaik... Dan kami sekarang cukup sabar saja menunggu engkau beri kami kepercayaan menjadi ayah dan ibu..pasrah dibalik setiap ikhtiar kami yang naik turun sebenernya hehe.... Masih susah banget kurangin MSG, masih susah buat jauhin teh manis kesukaan, masih susah buat rutin olahraga... Tapi selagi menunggu jalan" dan usaha aja dulu yang terbaik yah....:)

Ikhlas dan kerja

Pagi kali ini terasa lebih dingin dari biasanya, musim seolah sudah tidak dapat menentukan masanya.. Pagi ini, sama seperti biasanya dengan rute jalan yang sama, namun perasaan hati yang berbeda. Sekilas teringat ringkasan pelajaran agama islam tentang ikhlas. Ikhlas masuk ke dalam perbuatan terpuji yang artinya perbuatan atau tindakan yang dilakukan semata - mata untuk mendapatkan keridoan dari Allah. Ikhlas kata yang mudah di ucapkan dan di definisikan namun sulit di praktekan. Suatu yang mungkin hanya Allah yang tau seberapa takaran ikhlas kita itu. Merenung tentang sebuah perjalanan hidup, sama seperti jalan saat ini. Ada kalanya tersendat, adakalanya lancar. Terkadang ada yang sampai pada tujuannya, ada yang Allah belokan ke jalan yang menurut Allah lebih baik. Dan Husnudzon pada Allah adalah cara terbaik menyikapi semua masalah hidup. Mungkin bukan takdir dari Allah yang salah namun pilihan dan cara kita menyikapi apa yang Allah berikan belum cukup tepat. Flash back tenta...

Debar

2 bulan lagi, mulai menghitung mundur sampai pada hari itu tiba... Dan mulai harus ucapkan selamat tinggal pada kenangan  masa lalu..... Waktu berasa cepat, semakin dekat waktunya,aku semakin gusar, debar semakin terasa... Benarkah keputusanku? Keputusan terbesar dalam hidupku akan di mulai, hidup baru di tempat yang baru pun menanti.... Kata dia " kamu terlalu banyak berpikir, terlalu keras hingga bisa jatuh sakit" Memang aku terlalu berpikir masa depan, maka aku butuh orang yang cukup santai dan membuat suasana hatiku membaik.. Peranku akan bertambah, semoga bisa mengoptimalkan semuanya... Semoga semua hal berjalan lancar.... Persiapan sudah di mulai, makin terasa berdebar TT Bismillah.......