Hari ini jadwal rutin kajian, dibahas awal tentang Sirah Nabawiyah seputar kisah isra miraj, isra mi'raj sebagai ujian keimanan, karena pada saat itu banyak orang beriman yang juga tidak mempercayai kisah isra mi'raj nabi Muhammad Saw.
Berkaca pada diri jika aku berada di zaman nabi apakah aku masuk ke golongan yang tidak percaya itu, atau kedalam golongan yang membenarkan setiap ucapan nabi. Disitu iman begitu diuji, ya Allah betapa jauhnya keimanan ini, betapa masih hati ini khawatir akan dunia. Dan hari ini seolah engkau berikan jawaban bahwa sejatinya nilai dunia ini hanyalah sebesar sayap nyamuk, dan hanya seperti bangkai kambing cacat yang walau diberikan gratispun tak akan ada yang mau memungutnya. Begitu hina, tidak ada nilai. Dan itulah yang banyak ku kejar.
Terketuk hati sudah kah apa yang lisan ini ucapkan sesuai dengan hati bahwa meniatkan segala sesuatu karena ingin Allah ridho saja? Sudahkah aku?
Sudahkah niat bekerjaku karena lillah menafkahi diri dengan cara halal ataukah ingin memperkaya diri dengan harta dunia?
Sudahkah niatku melanjutkan studi lillah agar Allah ridho dan memberi manfaat bagi orang lain? Ataukah mengejar kedudukan Dimata manusia?
Ya Allah betapa jauh menyimpang niat ini....
Begitu banyak hal yang belum aku tau tentangmu ya Allah...
maka bantu aku mengenalmu, mengenal sunah nabi Muhammad dan shohibiyah yang kisahnya begitu menyentuh, betapa mereka pantas dijadikan suri tauladan dalam ketaatan dan keimanan...
Bahkan jalan pulang pun ada yang selalu ingatkan akan engkau...
Masya Allah...ingin nangis rasanya ya allah...
" Dan hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang"
Berkaca pada diri jika aku berada di zaman nabi apakah aku masuk ke golongan yang tidak percaya itu, atau kedalam golongan yang membenarkan setiap ucapan nabi. Disitu iman begitu diuji, ya Allah betapa jauhnya keimanan ini, betapa masih hati ini khawatir akan dunia. Dan hari ini seolah engkau berikan jawaban bahwa sejatinya nilai dunia ini hanyalah sebesar sayap nyamuk, dan hanya seperti bangkai kambing cacat yang walau diberikan gratispun tak akan ada yang mau memungutnya. Begitu hina, tidak ada nilai. Dan itulah yang banyak ku kejar.
Terketuk hati sudah kah apa yang lisan ini ucapkan sesuai dengan hati bahwa meniatkan segala sesuatu karena ingin Allah ridho saja? Sudahkah aku?
Sudahkah niat bekerjaku karena lillah menafkahi diri dengan cara halal ataukah ingin memperkaya diri dengan harta dunia?
Sudahkah niatku melanjutkan studi lillah agar Allah ridho dan memberi manfaat bagi orang lain? Ataukah mengejar kedudukan Dimata manusia?
Ya Allah betapa jauh menyimpang niat ini....
Begitu banyak hal yang belum aku tau tentangmu ya Allah...
maka bantu aku mengenalmu, mengenal sunah nabi Muhammad dan shohibiyah yang kisahnya begitu menyentuh, betapa mereka pantas dijadikan suri tauladan dalam ketaatan dan keimanan...
Bahkan jalan pulang pun ada yang selalu ingatkan akan engkau...
Masya Allah...ingin nangis rasanya ya allah...
" Dan hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang"
Comments
Post a Comment